RajaKomen
zakat maal harta

Soal Harta dalam Islam

11 Maret 2025
427x

Dalam kehidupan dunia, kita dikelilingi oleh hal-hal atau benda-benda yang kita klaim sebagai milik kita. Keluarga, rumah, pekerjaan, panca indera, harta, ilmu pengetahuan, keahlian, dan lain sebagainya semua kita sebut sebagai milik kita. Tapi benarkah itu semua milik kita? Sejak kapan semua itu menjadi milik kita?

Hal ini sering kita lupakan. Kita sering lupa bahwa kita bukanlah pemilik mutlak, sampai-sampai bersikap seolah-olah kitalah pemilik sepenuhnya segala hal yang kita anggap hak milik. Sehingga, kita memperlakukannya sesuai dengan selera dan nafsu duniawi, bukan disesuaikan dengan keinginan sang pemilik mutlak, yaitu Allah SWT.

Hal ini juga terjadi pada harta. Kita sering lupa bahwa ia hanyalah titipan dari Allah SWT. Di balik itu sebenarnya ada tanggung jawab, ada amanah, bahkan ada sebagian darinya milik orang lain yang harus kita tunaikan haknya.

Ada beberapa hal yang harus diingat oleh umat Islam dalam menyikapi harta benda, yaitu:

Pertama, harta adalah anugerah dari Allah yang harus disyukuri. Tidak semua orang mendapatkan kepercayaan dari Allah SWT untuk memikul tanggung jawab amanah harta benda. Karenanya ia harus disyukuri sebab jika mampu memikulnya, pahala yang amat besar menanti.

Kedua, harta adalah amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik harta melimpah, ada tanggung jawab dan amanah yang mesti ditunaikan. Harta yang tidak dinafkahkan di jalan Allah akan menjadi kotor, karena telah bercampur bagian halal yang merupakan hak pemiliknya dengan bagian haram yang merupakan hak kaum fakir, miskin, dan orang-orang yang kekurangan lainnya.

Firman Allah SWT dalam surah at-Taubah (9) ayat 103,

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Ketiga, harta adalah bekal beribadah. Kekayaan adalah salah satu sarana ibadah. Ia bukan hanya menjadi ibadah kala dinafkahkan di jalan Allah, ia bahkan sudah bernilai ibadah kala manusia dengan ikhlas mencari nafkah untuk keluarganya dan selebihnya untuk kemaslahatan umat. Jika harta dipergunakan sebaik-baiknya, pahala yang amat besar menanti. Namun jika tidak, siksa Allah amatlah pedih.

Demikianlah, semoga kita tergolong orang-orang yang pandai menyikapi harta benda sesuai dengan ketentuan-Nya. Aamiin.

Ditulis oleh Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation, Prof. KH. Miftah Faridl.

SEDEKAH DISINI

Berita Terkait
Baca Juga:
Latihan Soal TOEFL dan Kemampuan Bahasa Inggris untuk Tes TNI/POLRI Secara Sistematis dan Adaptif

Latihan Soal TOEFL dan Kemampuan Bahasa Inggris untuk Tes TNI/POLRI Secara Sistematis dan Adaptif

Tips

21 Feb 2026 | 18

PKI Mulai Berani Keluar Karena Panas Melihat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

PKI Mulai Berani Keluar Karena Panas Melihat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia

Politik

29 Sep 2020 | 1773

Google

Beasiswa UGM dan Peluang Karier Setelah Lulus

Pendidikan

5 Apr 2025 | 445

Wujudkan Rumah yang Sehat Aman dan Nyaman Bersama Emporio Architect

Wujudkan Rumah yang Sehat Aman dan Nyaman Bersama Emporio Architect

Properti

24 Okt 2020 | 2064

Pakai Jasa Subscriber Rahasia Youtuber Sukses

Jasa Subscriber YouTube Lokal: Solusi Efektif untuk Menambah Audiens

Bisnis

15 Apr 2025 | 378

Giveaway, Metode Pemasaran yang Sedang Trend Saat Ini

Giveaway, Metode Pemasaran yang Sedang Trend Saat Ini

Tips

16 Jun 2024 | 496