rajabacklink
zakat maal harta

Soal Harta dalam Islam

11 Maret 2025
738x

Dalam kehidupan dunia, kita dikelilingi oleh hal-hal atau benda-benda yang kita klaim sebagai milik kita. Keluarga, rumah, pekerjaan, panca indera, harta, ilmu pengetahuan, keahlian, dan lain sebagainya semua kita sebut sebagai milik kita. Tapi benarkah itu semua milik kita? Sejak kapan semua itu menjadi milik kita?

Hal ini sering kita lupakan. Kita sering lupa bahwa kita bukanlah pemilik mutlak, sampai-sampai bersikap seolah-olah kitalah pemilik sepenuhnya segala hal yang kita anggap hak milik. Sehingga, kita memperlakukannya sesuai dengan selera dan nafsu duniawi, bukan disesuaikan dengan keinginan sang pemilik mutlak, yaitu Allah SWT.

Hal ini juga terjadi pada harta. Kita sering lupa bahwa ia hanyalah titipan dari Allah SWT. Di balik itu sebenarnya ada tanggung jawab, ada amanah, bahkan ada sebagian darinya milik orang lain yang harus kita tunaikan haknya.

Ada beberapa hal yang harus diingat oleh umat Islam dalam menyikapi harta benda, yaitu:

Pertama, harta adalah anugerah dari Allah yang harus disyukuri. Tidak semua orang mendapatkan kepercayaan dari Allah SWT untuk memikul tanggung jawab amanah harta benda. Karenanya ia harus disyukuri sebab jika mampu memikulnya, pahala yang amat besar menanti.

Kedua, harta adalah amanah dari Allah yang harus dipertanggungjawabkan. Di balik harta melimpah, ada tanggung jawab dan amanah yang mesti ditunaikan. Harta yang tidak dinafkahkan di jalan Allah akan menjadi kotor, karena telah bercampur bagian halal yang merupakan hak pemiliknya dengan bagian haram yang merupakan hak kaum fakir, miskin, dan orang-orang yang kekurangan lainnya.

Firman Allah SWT dalam surah at-Taubah (9) ayat 103,

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Ketiga, harta adalah bekal beribadah. Kekayaan adalah salah satu sarana ibadah. Ia bukan hanya menjadi ibadah kala dinafkahkan di jalan Allah, ia bahkan sudah bernilai ibadah kala manusia dengan ikhlas mencari nafkah untuk keluarganya dan selebihnya untuk kemaslahatan umat. Jika harta dipergunakan sebaik-baiknya, pahala yang amat besar menanti. Namun jika tidak, siksa Allah amatlah pedih.

Demikianlah, semoga kita tergolong orang-orang yang pandai menyikapi harta benda sesuai dengan ketentuan-Nya. Aamiin.

Ditulis oleh Ketua Dewan Pembina Sinergi Foundation, Prof. KH. Miftah Faridl.

SEDEKAH DISINI

Berita Terkait
Baca Juga:
Resep Kerak Telor ala Rumahan

Resep Kerak Telor ala Rumahan

Kuliner

24 Feb 2023 | 1391

Google

Simulasi Soal Tes TKD Untuk Pendaftaran Online BUMN 2026

Pendidikan

18 Apr 2025 | 679

Google

Simulasi Sistem Penilaian CPNS Berdasarkan Formasi dan Instansi

Pendidikan

13 Apr 2025 | 688

Google

Cara Lolos Seleksi Universitas Negeri 2026: Teknik Menyusun Portofolio yang Menarik

Tips

18 Maret 2025 | 1023

Tips Memilih Hotel yang Nyaman dan Murah untuk Mengisi Liburan Anda

Tips Memilih Hotel yang Nyaman dan Murah untuk Mengisi Liburan Anda

Tips

9 Jan 2022 | 1928

Tantangan Internet Marketing 2026 dan Solusi Efektif dengan Tools Online Marketing

Tantangan Internet Marketing 2026 dan Solusi Efektif dengan Tools Online Marketing

Tips

19 Des 2025 | 305