rajabacklink
Penghinaan Jozeph Paul Zhang Memicu Kerusuhan

Penghinaan Jozeph Paul Zhang Memicu Kerusuhan

5 Mei 2021
2218x

Pendeta Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoeljono bebas melakukan penghinaan melalui akun youtubenya, setiap minggu dilakukan 2x, berbicara dengan pendukungnya, penghina agama Islam lainnya.

Polri mampu memindahkan akun front TV milik FPI supaya tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia, tetapi akun Jozeph Paul Zhang dibiarkan makin menjadi-jadi. Apakah Polri sengaja membiarkan akun Jozeph Paul Zhang agar menghina agama Islam, agar terjadi kerusuhan antar umat beragama?

Statemen pendeta Jozeph Paul Zhang yang kontroversi adalah:

1. LGBT dibolehkan, karena tidak merugikan siapapun.
2. PKI hanya membunuh 500 kiyai NU, tapi TNI membunuh jutaan pendukung PKI.
3. Nabi Muhammad disebut nabi palsu
4. Allah dikurung di Kabah
5. Nabi Muhammad dan Allah SWT masuk neraka.

Mungkin merasa bebas, jadi makin menjadi-jadi, setiap live di youtube dikunjungi oleh pendukung anti Islam juga, mereka memberi dukungan dengan jelas, untuk Pendeta Paul Zhang lebih berani lagi.

Kepolisian RI sepertinya tidak berkutik atau tidak mau mengajukan proses seperti pernah dilakukan ke Front TV supaya tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:
backlink trading

Meningkatkan Visibilitas Bisnis dengan Backlink dari Forum Trading di rajabacklink.com

Bisnis

4 Jun 2025 | 529

Google

Target Skor Tryout POLRI Skor Tertinggi untuk Lolos Seleksi 2026

Pendidikan

6 Mei 2025 | 454

Strategi Pemasaran Lewat Internet yang Paling Efektif

Strategi Pemasaran Lewat Internet yang Paling Efektif

Tips

1 Okt 2018 | 2766

Mengenal Katarak Penyebab, Gejala, dan Pentingnya Operasi Katarak untuk Mengembalikan Penglihatan

Mengenal Katarak Penyebab, Gejala, dan Pentingnya Operasi Katarak untuk Mengembalikan Penglihatan

Gaya Hidup

16 Okt 2025 | 891

Google

Simulasi Sistem Penilaian CPNS Berdasarkan Formasi dan Instansi

Pendidikan

13 Apr 2025 | 695

Sosial Media

Media Monitoring dan Perubahan Lanskap Komunikasi Digital

Bisnis

19 Maret 2025 | 780