RF
Penghinaan Jozeph Paul Zhang Memicu Kerusuhan

Penghinaan Jozeph Paul Zhang Memicu Kerusuhan

5 Mei 2021
2187x

Pendeta Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoeljono bebas melakukan penghinaan melalui akun youtubenya, setiap minggu dilakukan 2x, berbicara dengan pendukungnya, penghina agama Islam lainnya.

Polri mampu memindahkan akun front TV milik FPI supaya tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia, tetapi akun Jozeph Paul Zhang dibiarkan makin menjadi-jadi. Apakah Polri sengaja membiarkan akun Jozeph Paul Zhang agar menghina agama Islam, agar terjadi kerusuhan antar umat beragama?

Statemen pendeta Jozeph Paul Zhang yang kontroversi adalah:

1. LGBT dibolehkan, karena tidak merugikan siapapun.
2. PKI hanya membunuh 500 kiyai NU, tapi TNI membunuh jutaan pendukung PKI.
3. Nabi Muhammad disebut nabi palsu
4. Allah dikurung di Kabah
5. Nabi Muhammad dan Allah SWT masuk neraka.

Mungkin merasa bebas, jadi makin menjadi-jadi, setiap live di youtube dikunjungi oleh pendukung anti Islam juga, mereka memberi dukungan dengan jelas, untuk Pendeta Paul Zhang lebih berani lagi.

Kepolisian RI sepertinya tidak berkutik atau tidak mau mengajukan proses seperti pernah dilakukan ke Front TV supaya tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:
Manfaat Storyboard Dalam Pembuatan Video Marketing

Manfaat Storyboard Dalam Pembuatan Video Marketing

Tips

16 Jul 2024 | 822

STPN

Tips dan Simulasi Soal Ujian STPN Agar Nilai Maksimal

Pendidikan

28 Apr 2025 | 649

Pemakaman Terbaik dan Indah yang Sesuai Dengan Syariat Islam

Pemakaman Terbaik dan Indah yang Sesuai Dengan Syariat Islam

Tips

12 Nov 2020 | 2588

Buzzer

Analisis Tren Kampanye Pilkada: Peran Teknologi dan Komunikasi Massa

Politik

8 Mei 2025 | 702

Benarkah Jika Makanan Asam Mampu Merusak Kesehatan Gigi Manusia?

Benarkah Jika Makanan Asam Mampu Merusak Kesehatan Gigi Manusia?

Gaya Hidup

9 Jul 2021 | 1823

 Kreasikan Ucapan Idul Fitri dengan Frame Unik Buatan Sendiri

Kreasikan Ucapan Idul Fitri dengan Frame Unik Buatan Sendiri

Tips

22 Apr 2025 | 677