RajaKomen
Penghinaan Jozeph Paul Zhang Memicu Kerusuhan

Penghinaan Jozeph Paul Zhang Memicu Kerusuhan

5 Mei 2021
2212x

Pendeta Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoeljono bebas melakukan penghinaan melalui akun youtubenya, setiap minggu dilakukan 2x, berbicara dengan pendukungnya, penghina agama Islam lainnya.

Polri mampu memindahkan akun front TV milik FPI supaya tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia, tetapi akun Jozeph Paul Zhang dibiarkan makin menjadi-jadi. Apakah Polri sengaja membiarkan akun Jozeph Paul Zhang agar menghina agama Islam, agar terjadi kerusuhan antar umat beragama?

Statemen pendeta Jozeph Paul Zhang yang kontroversi adalah:

1. LGBT dibolehkan, karena tidak merugikan siapapun.
2. PKI hanya membunuh 500 kiyai NU, tapi TNI membunuh jutaan pendukung PKI.
3. Nabi Muhammad disebut nabi palsu
4. Allah dikurung di Kabah
5. Nabi Muhammad dan Allah SWT masuk neraka.

Mungkin merasa bebas, jadi makin menjadi-jadi, setiap live di youtube dikunjungi oleh pendukung anti Islam juga, mereka memberi dukungan dengan jelas, untuk Pendeta Paul Zhang lebih berani lagi.

Kepolisian RI sepertinya tidak berkutik atau tidak mau mengajukan proses seperti pernah dilakukan ke Front TV supaya tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:
Kiat Usir Bau Mulut saat Puasa

Kiat Usir Bau Mulut saat Puasa

Tips

27 Apr 2020 | 2196

Sikap Sederhana yang Menandakan Kamu Perempuan Cerdas Berkelas

Sikap Sederhana yang Menandakan Kamu Perempuan Cerdas Berkelas

Gaya Hidup

26 Mei 2023 | 832

Algoritma Sosial Media 2026: Mekanisme Seleksi Konten di Platform Digital Modern

Algoritma Sosial Media 2026: Mekanisme Seleksi Konten di Platform Digital Modern

Tips

12 Jan 2026 | 1109

UMKM Melesat di 2026: 8 Strategi Internet Marketing 2026 untuk Tingkatkan Omzet

UMKM Melesat di 2026: 8 Strategi Internet Marketing 2026 untuk Tingkatkan Omzet

Tips

22 Des 2025 | 335

Viral

Cara Cerdas Menyebarkan Konten Tanpa Takut Dicap Spam

Bisnis

8 Apr 2025 | 606

Sosial Media

Peran Visual Branding dalam Strategi Media Sosial

13 Maret 2025 | 740