RajaKomen
Penghinaan Jozeph Paul Zhang Memicu Kerusuhan

Penghinaan Jozeph Paul Zhang Memicu Kerusuhan

5 Mei 2021
1876x

Pendeta Jozeph Paul Zhang alias Shindy Paul Soerjomoeljono bebas melakukan penghinaan melalui akun youtubenya, setiap minggu dilakukan 2x, berbicara dengan pendukungnya, penghina agama Islam lainnya.

Polri mampu memindahkan akun front TV milik FPI supaya tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia, tetapi akun Jozeph Paul Zhang dibiarkan makin menjadi-jadi. Apakah Polri sengaja membiarkan akun Jozeph Paul Zhang agar menghina agama Islam, agar terjadi kerusuhan antar umat beragama?

Statemen pendeta Jozeph Paul Zhang yang kontroversi adalah:

1. LGBT dibolehkan, karena tidak merugikan siapapun.
2. PKI hanya membunuh 500 kiyai NU, tapi TNI membunuh jutaan pendukung PKI.
3. Nabi Muhammad disebut nabi palsu
4. Allah dikurung di Kabah
5. Nabi Muhammad dan Allah SWT masuk neraka.

Mungkin merasa bebas, jadi makin menjadi-jadi, setiap live di youtube dikunjungi oleh pendukung anti Islam juga, mereka memberi dukungan dengan jelas, untuk Pendeta Paul Zhang lebih berani lagi.

Kepolisian RI sepertinya tidak berkutik atau tidak mau mengajukan proses seperti pernah dilakukan ke Front TV supaya tidak bisa dilihat oleh masyarakat Indonesia.

Baca Juga:
Unduh Aplikasi Play Store dengan Mudah Bersama Kami

Unduh Aplikasi Play Store dengan Mudah Bersama Kami

Bisnis

20 Mei 2025 | 364

Google

Tips Lolos Seleksi PKN STAN: Apa Saja yang Harus Dipersiapkan Sejak Kelas 10?

Pendidikan

7 Apr 2025 | 297

sosial listening

Apa yang Membuat Implementasi Social Listening Kurang Efektif?

13 Maret 2025 | 486

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Jasa Influencer Campaign?

Kapan Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Jasa Influencer Campaign?

Tips

25 Apr 2025 | 463

Social Listening

Etika dan Tanggung Jawab dalam Menganalisis Percakapan Digital

Bisnis

11 Maret 2025 | 493

Aplikasi Tryout UTBK Gratis untuk Latihan Soal TPS dan TKA

Aplikasi Tryout UTBK Gratis untuk Latihan Soal TPS dan TKA

Pendidikan

14 Maret 2025 | 645