rajaview
2 Objek Wisata Sejarah Kota Cirebon Terbaik dan Terpopuler Sepanjang Masa

2 Objek Wisata Sejarah Kota Cirebon Terbaik dan Terpopuler Sepanjang Masa

23 Feb 2020
284x

Kota Cirebon mempunyai nilai sejarah yang amat kuat hingga kini. Dan tentunya ada tempat tujuan wisata sejarah Kota Cirebon. Cirebon berawal dari kata ‘Rebon’ yang berarti udang.  Pasalnya dulu, Kota Cirebon populer akan penghasil udang lantaran posisinya yang strategis di pinggir laut. Cirebon juga dijadikan pelabuhan sebagai kawasan berlabuhnya kapal asing yang hendak menjalankan aktivitas perdagangan dengan masyarakat sekitarnya.

Berdasarkan sejarah, Cirebon berawal dari Sebuah Kerajaan. Maka dari itu, bila anda jalan-jalan ke Kota Cirebon, maka anda akan bisa menyaksikan nilai dan sisa bangunan kerajaan yang memiliki nilai sejarah yang masih dipelihara sampai kini.

Berikut ini 2 tempat tujuan wisata sejarah kota Cirebon yang wajib anda kunjungi!

Objek Wisata Sejarah Cirebon

1. Keraton Kasepuhan Cirebon

Keraton Kasepuhan Cirebon dibangun oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada tahun 1529 Masehi. Di keraton ini anda bisa merasai atmosfer sejarah yang amat kental.  Anda pun bisa merasai akulturasi dari beberapa budaya di keraton ini, seperti budaya dari Jawa, Sunda, Bali, Tiongkok, Arab, India sampai Eropa.

Bila anda memasuki wilayah Siti Inggil, anda dapat menyaksikan 2 gapura yang bergaya khas Kerajaan Majapahit. Di tembok sebelah utara komplek Siti Inggil, anda dapat menyaksikan piring dan porslen yang asalnya dari Eropa dan Cina.  Hmm.. amat unik bukan objek wisata Kota Cirebon satu ini?

Untuk anda yang ingin ke objek wisata sejarah Kota Cirebon satu ini, Keraton Kasepuhan Cirebon ada di Jalan Kasepuhan Nomor 43, termasuk ke dalam wilayah Kampung Mandalangan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kotamadya Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Anda dapat ke Kota Cirebon dengan cara naik kereta api. Keraton Kasepuhan Cirebon cuma membutuhkan waktu kira-kira 30 menit perjalanan dari Stasiun Kereta Api Kejaksan Cirebon.

2. Keraton Kanoman Cirebon

Pada awal mulanya, Keraton Kanoman Cirebon dibangun oleh Pangeran Mohamad Badridin alias Pangeran Kertawijaya pada tahun 1678 Masehi.

Kesan yang pertama yang akan dirasakan saat pertamakalinya menginjakkan kaki ke komplek ini ialah dominannya nilai-nilai seni budaya dan sejarah yang nampak di bentuk bangunannya. Sebagaimana di Keraton Kasepuhan Cirebon, ada juga beberapa piring asli Tiongkok tertempel di dinding-dinding Komplek Keraton Kanoman Cirebon.

Dari Wisata Kota Cirebon satu ini, anda pun dapat masuk ke dalam museum di dalam Komplek Keraton Kanoman Cirebon yang berisi barang aset peninggalan Kesultanan Cirebon, seperti Kereta Kencana Paksi Naga Liman dan Jempana yang masih terpelihara dan tersimpan secara baik di museum.

Anda yang penasaran ke Objek Wisata Sejarah Kota Cirebon ini, Keraton Kanoman Cirebon ada di Jl. Winaon, termasuk wilayah Kampung Kanoman, Kelurahan Lemah Wungkuk, Kecamatan Lemah Wungkuk, tepatnya ada di belakang Pasar Kanoman.

Dari Stasiun Kereta Api Kejaksan Cirebon cuma butuh waktu perjalanan kira-kira 10 menit bila memakai angkot ataupun ojek.

Bagaimana? Menarik bukan untuk menyambangi kawasan yang memiliki nilai sejarah di Cirebon? Jangan lupa, di kota Cirebon, tidak hanya anda dapat berwisata sejarah, anda pun wajib menyicipi beberapa kuliner khasnya!

Baca Juga:
4 Trik Tampil Cantik dengan Padu Padan Hijab dan Kemeja

4 Trik Tampil Cantik dengan Padu Padan Hijab dan Kemeja

Fashion

3 Maret 2020 | 214

Manfaat Jus Seledri bagi Tubuh agar Tetap Fit

Manfaat Jus Seledri bagi Tubuh agar Tetap Fit

Herbal

16 Maret 2020 | 239

Keuntungan Menggunakan Jasa Penerjemah Tersumpah

Keuntungan Menggunakan Jasa Penerjemah Tersumpah

Tips

17 Okt 2020 | 178

4 Tanaman yang Bisa Mengobati Diabetes Secara Alami

4 Tanaman yang Bisa Mengobati Diabetes Secara Alami

Herbal

10 Sep 2018 | 723

Cara Sehat Menyantap Hidangan Lebaran

Cara Sehat Menyantap Hidangan Lebaran

Gaya Hidup

24 Mei 2020 | 209

Keuntungan Membeli dan Menabung Emas

Keuntungan Membeli dan Menabung Emas

Gaya Hidup

4 Nov 2020 | 168