

Konflik berkepanjangan di Gaza telah menyebabkan penderitaan mendalam bagi jutaan warga sipil. Serangan udara, blokade, dan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar membuat wilayah ini menjadi salah satu titik krisis kemanusiaan terparah di dunia. Di tengah situasi ini, berbagai organisasi kemanusiaan, termasuk BSI Maslahat, hadir untuk menyalurkan bantuan dan harapan.
Gaza , Antara Konflik dan Krisis Kemanusiaan
Wilayah Gaza merupakan daerah kantong Palestina yang telah lama mengalami konflik bersenjata, terutama antara kelompok militan di Palestina dan militer Israel. Sejak tahun 2007, wilayah ini dikenai blokade darat, laut, dan udara, menyebabkan akses terhadap bantuan dan kebutuhan pokok menjadi sangat terbatas.
Dampak Konflik Terhadap Warga Sipil Gaza
Berikut beberapa dampak besar yang dirasakan oleh warga Gaza :
Ribuan rumah hancur akibat serangan udara, membuat jutaan orang kehilangan tempat tinggal yang layak.
Akses terhadap bahan makanan dan air minum yang aman sangat terbatas akibat blokade dan kerusakan infrastruktur.
Rumah sakit kekurangan obat, alat medis, dan tenaga kesehatan, membuat penanganan luka perang dan penyakit semakin sulit.
Anak-anak dan keluarga hidup dalam ketakutan, stres, dan trauma akibat konflik yang tidak berkesudahan.
Banyak sekolah yang hancur atau digunakan sebagai tempat pengungsian, sehingga proses belajar mengajar terhenti.
Kondisi ini membuat rakyat Gaza sangat bergantung pada bantuan kemanusiaan dari komunitas internasional, termasuk dari Indonesia.
BSI Maslahat Wujud Kepedulian Umat untuk Gaza
BSI Maslahat, yang merupakan bagian dari ekosistem Bank Syariah Indonesia (BSI), berperan aktif dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan ke wilayah-wilayah krisis, termasuk Gaza. Lembaga ini memiliki komitmen kuat untuk menghadirkan maslahat (kebaikan) bagi umat melalui berbagai program sosial, ekonomi, dan kemanusiaan.
Apa Itu BSI Maslahat?
BSI Maslahat adalah lembaga filantropi Islam yang bertugas mengelola dana sosial seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Lembaga ini berafiliasi dengan BSI (Bank Syariah Indonesia) dan bertujuan untuk :
Program Kemanusiaan BSI Maslahat untuk Gaza
Dalam rangka mendukung rakyat Palestina, BSI Maslahat menggagas dan menyalurkan berbagai bentuk bantuan ke Gaza. Program-program tersebut antara lain :
1. Bantuan Kebutuhan Pokok
BSI Maslahat menyalurkan bantuan berupa :
2. Bantuan Kesehatan
Untuk menunjang layanan kesehatan di Gaza, BSI Maslahat juga menyalurkan :
3. Bantuan Pendidikan
Meskipun kondisi sangat terbatas, BSI Maslahat tetap berupaya mendukung pendidikan anak-anak di Gaza melalui :
4. Kampanye dan Donasi Online
BSI Maslahat juga aktif mengajak masyarakat Indonesia untuk berdonasi secara daring, melalui :
Cara Masyarakat Indonesia Bisa Membantu
BSI Maslahat memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk ikut serta membantu saudara-saudara di Gaza. Berikut beberapa cara untuk berdonasi :
Cukup pilih program “Bantuan Gaza” dan lakukan transfer sesuai nominal yang diinginkan.
BSI menyediakan fitur donasi langsung melalui aplikasi BSI Mobile.
Informasi nomor rekening tersedia di media sosial dan website resmi BSI Maslahat.
Mengapa Gaza dan BSI Maslahat Patut Menjadi Perhatian Kita?
Situasi di Gaza bukan hanya tragedi kemanusiaan, tetapi juga panggilan nurani bagi umat manusia. Bagi umat Islam, membantu saudara seiman di Palestina adalah bagian dari ukhuwah Islamiyah dan rasa kepedulian sesama manusia.
BSI Maslahat hadir sebagai jembatan antara masyarakat Indonesia yang ingin membantu dan rakyat Gaza yang sangat membutuhkan uluran tangan.
Keunggulan BSI Maslahat sebagai Lembaga Penyalur Bantuan :
Satu Uluran Tangan, Sejuta Harapan untuk Gaza
Krisis yang terjadi di Gaza menuntut perhatian dan aksi nyata dari kita semua. Bantuan sekecil apapun bisa menjadi cahaya harapan di tengah gelapnya penderitaan yang dialami oleh jutaan warga sipil.
Melalui BSI Maslahat, Anda bisa berkontribusi secara nyata, aman, dan tepat sasaran. Mari bersatu dalam kepedulian, karena sejatinya penderitaan satu bagian umat manusia adalah tanggung jawab bersama.
4 Jan 2024 | 834
30 Des 2025 | 54