

Saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dikenal dengan pendekatan pembangunan kota yang berfokus pada kesejahteraan warga dan kualitas hidup. Strategi pembangunan yang diusungnya menekankan pentingnya ruang publik, transportasi, pendidikan, dan pelayanan publik yang inklusif dan ramah terhadap seluruh lapisan masyarakat.
Anies menekankan bahwa Jakarta bukan sekadar kota dengan gedung tinggi dan infrastruktur megah, tetapi juga kota yang mampu menjadi rumah bagi semua warganya, dari yang tinggal di pusat hingga pinggiran. Menurutnya, pembangunan kota harus memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan secara seimbang.
Ruang Publik dan Lingkungan Hidup
Salah satu fokus utama Anies adalah pengembangan ruang publik dan kota hijau. Ia percaya bahwa warga membutuhkan ruang terbuka untuk beraktivitas, bersosialisasi, dan menikmati kota secara aman. Program revitalisasi taman kota, jalur pedestrian, dan revitalisasi sungai menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan ini diterapkan.
Selain itu, Anies mendorong Jakarta untuk lebih ramah lingkungan melalui program penghijauan, pengelolaan sampah, dan pengembangan transportasi publik yang mengurangi kemacetan dan polusi udara. Strategi ini mencerminkan visi kota yang berkelanjutan dan sehat bagi warganya.
Transportasi Publik dan Mobilitas Warga
Transportasi publik menjadi salah satu pilar pembangunan Jakarta ramah warga. Di bawah kepemimpinan Anies, berbagai proyek transportasi massal seperti MRT, LRT, dan revitalisasi angkutan umum dilakukan untuk mempermudah mobilitas warga. Anies percaya bahwa kemudahan transportasi publik tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga meningkatkan akses ke pendidikan, pekerjaan, dan layanan publik lainnya.
Selain infrastruktur fisik, Anies juga menekankan pentingnya keterjangkauan dan kenyamanan bagi pengguna transportasi publik. Hal ini menjadi bagian dari strategi memastikan setiap warga merasa dihargai dan mendapatkan akses yang sama terhadap fasilitas kota.
Pendidikan, Kesehatan, dan Kesejahteraan Sosial
Strategi pembangunan Anies juga tidak lepas dari perhatian pada pendidikan dan kesehatan. Ia menekankan pentingnya fasilitas sekolah yang merata dan berkualitas, serta peningkatan layanan kesehatan yang mudah dijangkau warga. Program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Sehat (KJS) menjadi bukti nyata kepedulian terhadap pendidikan dan kesehatan sebagai bagian integral dari pembangunan kota.
Selain itu, perhatian pada kesejahteraan sosial termasuk pengembangan UMKM, pelatihan kerja, dan program pemberdayaan masyarakat turut mendukung misi Jakarta ramah warga. Strategi ini memastikan pertumbuhan ekonomi kota juga dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok tertentu.
Keterlibatan Warga dan Partisipasi Publik
Pendekatan Anies dalam pembangunan kota juga menekankan partisipasi aktif warga. Ia rutin melibatkan masyarakat dalam konsultasi publik, musyawarah pembangunan, dan forum aspirasi warga. Strategi ini memungkinkan kebijakan kota lebih sesuai dengan kebutuhan nyata warganya dan meningkatkan rasa memiliki terhadap setiap program pembangunan.
Anies Baswedan membuktikan bahwa pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga kepedulian terhadap kualitas hidup warga. Melalui fokus pada ruang publik, transportasi ramah warga, pendidikan, kesehatan, dan partisipasi masyarakat, Jakarta diarahkan menjadi kota yang inklusi, berkelanjutan, dan manusiawi. Strategi ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menegaskan bahwa kota modern sejati adalah kota yang mendengar dan melayani warganya secara adil dan merata.