rajapress
Rutin Membaca Al Quran dan Pahami Kandungan di Dalamnya

Rutin Membaca Al Quran dan Pahami Kandungan di Dalamnya

31 Maret 2020
2097x

Al Quran secara bahasa dapat diartikan sebagai bacaan yang sempurna dan bila dijelaskan dengan lebih panjang sedikit yaitu merupakan salah satu nama Kitab yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril. Yang kemudian bacaan dari Al Quran ini disebarluaskan kepada seluruh umat Nabi Muhammad SAW. Untuk cara membacanya pun sudah ditentukan aturannya sendiri sehingga dengan demikian suara tilawah terdengar merdu dan enak. Dan sebagai umat Islam tentunya tidak dapat lepas daripada hal untuk mempelajari, membaca serta memahami arti dalam apa yang ada di dalam Al Quran serta mengamalkannya. Dari sekian banyak surat yang dipelajari serta dipahami adalah surat At Tin yang terdiri dari delapan ayat. Surat ini pun sering dibaca oleh imam ketika melaksanakan sholat lima waktu.

 

Lafal dari surat At Tin yaitu :

Wattiini wazzaituun. Watuurisiiniin. Wahaadzal baladil amiin. Laqod holaqol insaana fii ahsani taqwiim. Tsumma rodadnaahu asfala saafiliin. Illalladziina amanu wa'amilussoolihaati falahum ajrun ghoiru mamnuun. Fammaa yukadzzibuka ba'du biddiin. Alaisalloohu bi ahkamil haakimiin.

Artinya : "Demi (buah) Tin dan (buah) zaitun, demi bukit Sinai dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia di bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami embalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka untuk mereka pahala yang tidak ada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?" (QS at Tiin [95]: 1-8)

Dari bacaan yang terdapat dalam surat At Tin maka makna yang terkandung di dalamnya di antaranya adalah :

  • Mengetahui sumpah Allah kepada empat nama yaitu ke empat nama yang tersebut yang merupakan lokasi para nabi yang telah gigih memperjuangkan agama Allah dengan penuh kesabaran, ketabahan dan ketawakalan. Meskipun mereka mendapat rintangan dan hambatan serta tantangan yang menghalanginya.
  • Bersyukur kepada Allah karena Dia telah menciptakan manusia dengan penciptaan yang paling sempurna dan di balik kesempurnaannya, Allah telah memberikan dua potensi yaitu akal dan nafsu.
  • Kita harus dapat mengontrol diri dari perbuatan keji dan mungkar serta tetap memelihara iman dalam hati dan merealisasikannya dalam bentuk amal saleh dengan harapan supaya Allah tidak mengembalikan kita ke tempat yang hina (nerakaa).
  • Kita tidak pantas mendustkan hari pembalasan karena pada hari itu sudah pasti manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah SWT.

Sesungguhnya Allah SWT Maha Bijaksana dalam segala hal dan termasuk kepada putusan-putusan-Nya yang menyangkut masa depan manusia.

Baca Juga:
pesantren modern di bandung

Lulusan Pesantren, Soft Skill Tangguh: Disiplin, Tahan Tekanan, Loyal

Pendidikan

15 Mei 2025 | 467

Google

Tips Lolos Seleksi PKN STAN: Apa Saja yang Harus Dipersiapkan Sejak Kelas 10?

Pendidikan

7 Apr 2025 | 326

Tantangan Adaptasi Kampanye Digital Marketing 2026 terhadap Perubahan Perilaku Konsumen Global

Tantangan Adaptasi Kampanye Digital Marketing 2026 terhadap Perubahan Perilaku Konsumen Global

Tips

6 Jan 2026 | 199

Apa Itu Tes TOEFL? Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Apa Itu Tes TOEFL? Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

Pendidikan

27 Maret 2025 | 505

promosi forex resmi

Promosi Efektif untuk Meningkatkan Visibilitas Website Broker Forex Resmi

Bisnis

5 Jun 2025 | 381

Formasi CPNS Tahun 2026: Daftar Instansi yang Buka Lowongan

Formasi CPNS Tahun 2026: Daftar Instansi yang Buka Lowongan

Pendidikan

14 Mei 2025 | 2165