RajaKomen
Rutin Membaca Al Quran dan Pahami Kandungan di Dalamnya

Rutin Membaca Al Quran dan Pahami Kandungan di Dalamnya

31 Maret 2020
2089x

Al Quran secara bahasa dapat diartikan sebagai bacaan yang sempurna dan bila dijelaskan dengan lebih panjang sedikit yaitu merupakan salah satu nama Kitab yang diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dengan perantara malaikat Jibril. Yang kemudian bacaan dari Al Quran ini disebarluaskan kepada seluruh umat Nabi Muhammad SAW. Untuk cara membacanya pun sudah ditentukan aturannya sendiri sehingga dengan demikian suara tilawah terdengar merdu dan enak. Dan sebagai umat Islam tentunya tidak dapat lepas daripada hal untuk mempelajari, membaca serta memahami arti dalam apa yang ada di dalam Al Quran serta mengamalkannya. Dari sekian banyak surat yang dipelajari serta dipahami adalah surat At Tin yang terdiri dari delapan ayat. Surat ini pun sering dibaca oleh imam ketika melaksanakan sholat lima waktu.

 

Lafal dari surat At Tin yaitu :

Wattiini wazzaituun. Watuurisiiniin. Wahaadzal baladil amiin. Laqod holaqol insaana fii ahsani taqwiim. Tsumma rodadnaahu asfala saafiliin. Illalladziina amanu wa'amilussoolihaati falahum ajrun ghoiru mamnuun. Fammaa yukadzzibuka ba'du biddiin. Alaisalloohu bi ahkamil haakimiin.

Artinya : "Demi (buah) Tin dan (buah) zaitun, demi bukit Sinai dan demi kota (Mekah) ini yang aman. Sungguh, Kami telah menciptakan manusia di bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami embalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka untuk mereka pahala yang tidak ada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan (mereka) mendustakanmu (tentang) hari pembalasan setelah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?" (QS at Tiin [95]: 1-8)

Dari bacaan yang terdapat dalam surat At Tin maka makna yang terkandung di dalamnya di antaranya adalah :

  • Mengetahui sumpah Allah kepada empat nama yaitu ke empat nama yang tersebut yang merupakan lokasi para nabi yang telah gigih memperjuangkan agama Allah dengan penuh kesabaran, ketabahan dan ketawakalan. Meskipun mereka mendapat rintangan dan hambatan serta tantangan yang menghalanginya.
  • Bersyukur kepada Allah karena Dia telah menciptakan manusia dengan penciptaan yang paling sempurna dan di balik kesempurnaannya, Allah telah memberikan dua potensi yaitu akal dan nafsu.
  • Kita harus dapat mengontrol diri dari perbuatan keji dan mungkar serta tetap memelihara iman dalam hati dan merealisasikannya dalam bentuk amal saleh dengan harapan supaya Allah tidak mengembalikan kita ke tempat yang hina (nerakaa).
  • Kita tidak pantas mendustkan hari pembalasan karena pada hari itu sudah pasti manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah SWT.

Sesungguhnya Allah SWT Maha Bijaksana dalam segala hal dan termasuk kepada putusan-putusan-Nya yang menyangkut masa depan manusia.

Baca Juga:
Ide Bisnis E-Commerce yang Menguntungkan di Indonesia

Ide Bisnis E-Commerce yang Menguntungkan di Indonesia

Bisnis

14 Des 2025 | 242

Kepemimpinan Ahmad Haikal Hasan di BPJPH

Kepemimpinan Ahmad Haikal Hasan di BPJPH

Bisnis

1 Feb 2026 | 157

Smartphone Futuristik dengan Fitur Teknologi Canggih dan Kekinian

Smartphone Futuristik dengan Fitur Teknologi Canggih dan Kekinian

Gaya Hidup

11 Maret 2024 | 1308

Kegagalan Reformasi: Dukungan Terhadap Paslon yang Merupakan Produk Nepotisme

Kegagalan Reformasi: Dukungan Terhadap Paslon yang Merupakan Produk Nepotisme

Politik

11 Feb 2024 | 891

Analisis Sentimen

Menggunakan Python untuk Menganalisis Sentimen: Solusi Cerdas untuk Memahami Opini Publik

Tips

28 Apr 2025 | 583

Menggunakan Jasa Viral Konten Bisa Meningkatkan Bisnis

Jasa Viral Konten: Teknik Ampuh agar Bisnis Anda Viral dalam Waktu Singkat!

Bisnis

26 Maret 2025 | 482